Dec 10, 2020

MDI Ventures Raih Penghargaan The Best Venture Capital

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) meraih penghargaan CNBC Indonesia Award 2020 dalam kategori The Best Venture Capital, atas apresiasi atas program dan terobosan perseroan mendukung startup di era pandemi.

Apresiasi dari CNBC Indonesia ini diterima secara langsung oleh COO & Portfolio Director MDI Ventures Sandhy Widyasthana pada malam Penganugerahan CNBC Indonesia Award 2020 bertema "Menyongsong Bangkitnya Ekonomi Indonesia 2021" di Auditorium Menara Bank Mega Jakarta Selatan pada Kamis, (10/12/2020).

Dalam kajian dari Tim Riset CNBC Indonesia, PT Metra Digital Investama (MDI Ventures) kian menunjukkan eksistensinya dengan berhasil meraup pendanaan senlai US$ 500 juta pada tahun 2020, yang akan digunakan untuk menyemai "pupuk likuiditas" bagi startup yang prospektif.

MDI tidak hanya menyalurkan pendanaan bagi startup di Indonesia menggunakan dana Telkom saja melalui Telkom Fund 1 senilai US$ 100 juta dan Telkom Fund 2 senilai US$500 juta , melainkan juga berinvestasi di startup kawasan Asia Tenggara menggunakan fund dari partner global.

 

Untuk tujuan tersebut, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk ini membentuk beberapa fund dengan menggandeng TMI (anak perusahaan usaha Telkomsel) melalui TMI Fund senilai US$ 40 juta, KB (Kookmin Bank) Korea melalui Centauri Fund senilai US$150 juta dan Finch Capital dengan membentuk fund bernama Arise senilai US$40 juta yang baru saja diluncurkan akhir November 2020 ini.

Arise akan berperan sebagai badan pendanaan baru yang bertujuan mengatasi kesenjangan pendanaan pra-seri A dengan target aset kelolaan US$ 40 juta. Kehadiran Arise diharapkan membakar optimisme pejuang startup di kawasan ASEAN dengan target investasi pendanaan per startup antara 250 juta hingga 3 miliar rupiah.

Sebagai anak usaha BUMN teknologi terbesar nasional, MDI Ventures mendapatkan dukungan penuh dari induk usahanya dan Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Manajemen Telkom menyebutkan bahwa peluncuran Arise merupakan bagian dar komitmen untuk memperluas visi korporasi.

"Menciptakan ekosistem teknologi yang sehat dan terus berkembang di mana startup-startup yang memiliki fokus di Indonesia mendapatkan dukungan penuh dari tahap ideasi hingga pra-IPO, dan seterusnya," ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, pada Kamis (26/11/2020).

Perluasan visi tersebut menunjukkan bahwa Telkom selaku induk usaha MDI Ventures telah meninggalkan zona nyaman di layanan penyedia jasa telekomunikasi, menjadi beyond telco company dengan menggarap beberapa layanan non-telko termasuk perusahaan rintisan digital.

Visi tersebut mendapatkan dukungan dari Menteri BUMN Erick Thohir yang baru-baru ini mendorong Telkom untuk bangkit dan melebaarkan sayapnya di tengah revolusi industri 4.0, sehingga nilai kapitalisasi persroan bisa melesat lagi menjadi Rp 450 triliun.

Sebagai pelaksana lapangan dari visi di bidang pengembangan ekosistem digital, MDI Ventures berencana menyuntik dana bagi startup yang matang dan memiliki produk relevan di empat sektor utama: kesehatan, pangan, logistik dan teknologi finansial (financial technology/fintech).

Sebagai anak perusahaan Telkom Group, MDI Ventures melakukan pencapaian finansial "Most Profitable Subsidiary" setelah Telkomsel, dan memberi dampak sinergi sebesar hampir Rp 1,6 Triliun.

MDI juga mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Global Corporate Venturing (GCV) Powerlist 100 2020, bersanding dengan top CVC global lainnya seperti Softbank, Google Ventures, Intel Capital, M12, Tencent, alibaba, dll., menjadikan MDI Ventures satu-satunya nya perwakilan dari Asia Tenggara.

Tak hanya memberi pendanaan, perseroan juga mengincar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dari empat startup, yang ditargetkan terealisasi secepatnya pada kuartal I-2021 dengan target dana perolehan Rp 100 miliar-Rp 150 miliar.

MDI pada tahun 2019 tercatat sebagai venture capital yang paling aktif di Indonesia dalam melakukan exit dengan melakukan 5 exit dan dilanjutkan dengan 2 exit pada tahun 2020, sehingga secara total telah melakukan 8 proses exit dari seluruh portfolio startup yang telah diinvestasinya.

-

(CNBC Indonesia)